Minggu, 26 Agustus 2012

BUKU SAKU IMM


BAB I
DARUL ARQAM DASAR (DAD)

1.1   Pengertian

Darul Arqam adalah bagian utama sistem perkaderan IMM yang diselenggarakan dalam kesatuan waktu tertentu dan berjenjang.
Nama Darul Arqam asalnya berarti rumah Arqam, dinisbatkan kepada pemilik Arqam Ibnu Abil Arqam yang digunakan oleh Rasulullah SAW. Sebagai tempat perkaderan Islam di masa-masa pertama. Dari Darul Arqam itulah lahir tokoh-tokoh Islam generasi pertama seperti Abu Bakar, Ali Ibnu Thalib, Aisyah, dan lain¬-lain.
Darul Arqam Dasar (DAD) Yaitu perkaderan utama tingkat pertama dari tiga tingkat perkaderan, dan merupakan prasyarat bagi calon pimpinan IMM tingkat Komisariat. program atau kegiatan yang dilaksanakan oleh Ikatan Makasiswa Muhammadiyah (IMM) khususnya di tingkat Komisariat atau perguruan tinggi.
DAD merupakan kegiatan formal perkaderan Darul Arqam Dasar (DAD) PIKOM IMM yang dijadikan sebagai wadah untuk memperkenalkan IMM kepada mahasiswa yang sebelumnya tidak mengenal IMM. selain memeperkenalkan IMM, dalam kegiatan ini juga banyak diberikan materi-materi tentang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan serta materi-materi pendukung lain yang tidak kalah pentingnya bagi mahasiswa khsusnya mahasiswa baru.

1.2 Peserta

Prasyarat peserta
1. Memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan oleh penyelengara.
2. Karakteristik Umum Peserta
a. Sudah mengenal IMM
b. Berada dalam tahap usia dewasa awal.
c. Jenjang pendidikan tinggi relatif masih rendah.
d. Sifat, persepsi, motivasi masih beragam.
Jumlah peserta Darul Arqam Dasar hendaknya dibatasi sedemikian rupa agar tidak terlalu banyak. Rasio peserta dengan instruktur diharapkan 1 : 5.
1.3 Penanggung jawab

Darul Arqam Dasar dilaksanakan di bawah tanggung jawab Pimpinan Komisariat IMM.

a.  Pelaksana
Panitia pelaksana Darul Arqam Dasar adalah panitia yang dibentuk oleh Pimpinan Komisariat IMM.

b. Instruktur
Instruktur DAD adalah tim instruktur yang ditetapkan oleh PC IMM dan terdiri dari sekurang-kurangnya :
1. 1 (satu) orang Master Of Training
2. 1 (satu) orang Imam Training
3. 5 (lima) orang anggota Instruktur

1.4 Tujuan

Membentuk karakter dan kepribadian serta mutu anggota hingga mencapai kualifikasi kader IMM yang mempunyai wawasan tingkat komisariat dan cabang serta internalisasi dasar-dasar Islam dan meletakkan dasar pemahaman intelektualitas.
Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk mengantar mahasiswa mengenal dan megetahui fungsi dan tanggung jawabnya sebagai seorang mahasiswa baik secara akademik maupun secara sosial khususnya sebagai mahasiswa di Perguruan Tinggi Muhammadiyah Akper Muhammadiyah Makassar.

1.5  Target

1. Intemalisasi nilai-nilai ideologis
2. Menumbuhkan wacana intelektual
3. Terbentuknya kader yang siap menjadi pimpinan di tingkat Komisariat dan Cabang.



BAB II
PEDOMAN PENYELENGGARAAN PERKADERAN
IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH

2.1  PENDAHULUAN

Setiap institusi perkaderan dalam melakukan proses perkaderannya secara sistematis senantiasa berorientasi kepada kualitas output yang ideal. Dalam rangka itu maka berbagai konsep disiapkan guna menunjang pencapaian hasil yang diharapkan.
Sistem yang dirumuskan secara konseptual tidak akan mencapai sasaran tanpa sistem-sistem penyelenggara yang terencana, terarah, terorganisir, berdaya guna (efisien) dan berhasil guna (efektif). Untuk itu, diperlukan sebuah rumusan pedoman penyelenggaraan IMM secara nasional.
Rumusan pedoman penyelenggaraan perkaderan ini merupakan seperangkat konsep aplikatif yang disiapkan sebagai guidance operasional perkaderan. Konsep-konsep itu kemudian diturunkan secara teknis dalam masing-masing komponen dan jenjang yang operasionalnya di lapangan disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat.
Pedoman penyelenggara perkaderan IMM merupakan rumusan yang menyangkut :
1. Tujuan Penyelenggaraan
2. Pengorganisasian : Organisasi dan Tugas
3. Langkah Penyelenggaraan
4. Evaluasi
5. Sarana, prasarana dan dana.

2.2  TUJUAN PENYELENGGARAAN

Dalam rangka mencapai tujuan pada umumnya, maka perlu dipahami tujuan penyelenggaraan perkaderan yang dilaksanakan di lingkungan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Dengan memahami tujuan penyelenggaraan perkaderan, diharapkan setiap pimpinan penyelenggara perkaderan dapat memahami, memperoleh pegangan, memiliki kemampuan dan ketrampilan rnemadai dalam berbagai lingkup dan tahapannya.
Perlu dipahami bahwa tujuan diselenggarakannya perkaderan di lingkungan IMM adalah sebagai berikut :
1.       Terlaksananya perkaderan secara terorganisir, terencana, terprogram, berkesinambungan, efektif dan efisien.
2.       Perkaderan yang dilaksanakan dapat dinilai tingkat keberhasilannya.
3.       Perkaderan dapat didukung dengan fasilitas sarana dan prasarana yang memadai.
4.       Komponen dan jenjang perkaderan yang dilaksanakan dapat mencapai tujuan khusus masing-masing.


2.3  PENGORGANISASIAN

Pengorganisasian perkaderan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah tersusun hirarkis sebagai berikut :

1. Penanggung jawab :
Yaitu struktur pimpinan Ikatan yang bertanggung jawab langsung secara keseluruhan terhadap penyelenggaraan perkaderan. Penanggung jawab program diserahkan kepada pimpinan Ikatan sesuai dengan jenis, komponen dan jenjangnya.

2. Tim Instruktur
Yaitu tim yang bertugas memandu dan memegang kendali orientasi, materi dan kualitas acara perkaderan sebagai proses melahirkan eks trainer yang ideal. Tim instruktur adalah kelompok instruktur yang dari segi keinstrukturan dan perkaderan memenuhi persyaratan sebagai pengelola dengan tugas khusus disamping tugas umum.

Tim Instruktur terdiri dari :

Master Of Training
Yaitu seseorang yang mendapat tugas memimpin dan secara umum bertanggung jawab atas pelaksanaan keinstrukturan.


Imam Training
Yaitu seseorang yang mendapat tugas memandu keinstrukturan dalam aspek pelaksanaan syariat Islam dan akhlaq karimah.

Anggota tim instruktur
Yaitu sekelompok orang yang secara bersama-sama menjalankan tugas keinstrukturan dan masing-masing bertanggung jawab terhadap aspek-aspek tertentu dari materi perkaderan, hal mana menurut spesifikasinya tersebut ia mengarahkan kepada tujuan yang diharapkan.

3. Nara Sumber

Nara sumber dalam kegiatan perkaderan IMM adalah para ahli yang kompeten dalam bidang-bidang yang disajikan dalam proses perkaderan.
Diharapkan nara sumber yang dilibatkan dalam perkaderan IMM adalah mereka yang memiliki komitmen perjuangan Is¬lam yang jelas, menguasai materi, bisa dijadikan contoh, berpengalaman dan sesuai dengan kepentingan perkaderan.

4. Panitia Pelaksana
Panitia pelaksana dalam perkaderan IMM adalah tim petugas bersifat teknis yang bertugas menjadi penanggung jawab pelaksana perkaderan sesuai kepentingan teknis.


2.4  PENYELENGGARAAN

Yang dimaksud dengan penyelenggaraan perkaderan adalah menyangkut perencanaan, pelaksanaan dan tindak lanjut.
Perencanaan berupa serangkaian proses pra pelaksanaan perkaderan dan merupakan tahap persiapan. Dalam setiap level kepemimpinan IMM perkaderan harus direncanakan secara menyeluruh baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Pelaksanaan adalah merupakan tahap pokok proses ¬perkaderan, penyerapan kurikulum, yang tercermin di acara.
Dalarn tahap ini tim instruktur bertugas menyusun dan melaksanakan rangkaian acara berupa :
1. Pembukaan
2. Pelaksanaan kurikulum
3. Pengenalan awal
4. Pengarahan umum dan dialog.
5. Penerapan kurikulum, pengelolaan kelas, pengembangan peserta
6. Pelaksanaan tugas dan wewenang instruktur.
7. Pengembangan kegiatan, keaktifan dan partisipasi peserta.
8. Evaluasi akhir.
9. Penutupan.

Tindak lanjut (follow up) adalah serangkaian kegiatan yang dilaksanakan sebagai tindakan pasca perkaderan dalam rangka menciptakan kondisi yang mengikat peserta dan mendukung optimalisasi tujuan perkaderan.

Tindak lanjut penyelenggaraan perkaderan dapat berupa :
1. Laporan penyelenggaraan secara menyeluruh.
2. Pelulusan peserta dan penyerahan syahadah
3. Pemantauan ekstrainer : aktivitas & prestasi
4. Pendataan ekstrainer & potensinya.
5. Pengembangan kegiatan

2.5  EVALUASI

Guna mengukur tingkat keberhasilan acara, sesuai pelaksanaan pengkaderan harus diikuti dengan evaluasi dalam rangka melakukan introspeksi atas acara tersebut.

Kategori evaluasi penyelenggaraan menyangkut 2 hal :

1. Penyajian materi
Yaitu evaluasi yang menyangkut teknis penyampaian materi, suasana belajar.
2. Pengelolaan
Yaitu evaluasi yang menyangkut aktifitas peran setiap bagian yang terlibat dalam proses pelaksanaan perkaderan. Guna mengukur tingkat akurasi evaluasi hendaknya ditetapkan diktum-diktum pointers instrumen evaluasi.
BAB III
IKATAN  MAHASISWA MUHAMMADIYAH (IMM)


3.1          Sejarah Kelahiran IMM

Ada dua faktor yang mendasari kelahiran Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal yaitu faktor yang terdapat dalam diri Muhammdiyah itu sendiri, sedangkan faktor ekstrenal yaitu faktor yang datang dari luar Muhamadiyah, khususnya umat Islam dan  umumnya apa yang terjadi di Indonesia.

1.    Faktor Internal, Yaitu suatu motif untuk mengembangkan ideologi dalam Muhammadiyah, yakni faham dan atau cit-cita Muhammadiyah, sebagaimana sebuah wadah (organisasi) yang cita-citanya, atau yang maksud dan tujuannya yaitu menegakan dan menjunjung tinggi agama Islam,  hingga terwujud masyarakat utama, adil dan makmur yang diridhai oleh Allah swt.
Persingguhan Muhamadiyah dalam menyatalaksanakan maksud dan tujuannya, terutama terhadap masyarakat mahasiswa Pada mulanya, para mahasiswa yang bergabung atau yang mengikuti jejak langkah  Muhammadiyah oleh Muhammadiyah dianggapnya cukup bergabung dengan organisasi otonom yang telah ada dalam hal ini yaitu Nasyiatul Aisisyiah (NA), Pemuda Muhammadiyah, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Akademi Tabligh Muhamadiyah. Hal inilah dibentuk Organisasi Mahasiswa Muhammadiyah, Drs. Moh Djasman selaku saat itu mengusulkan nama yang tepat yaitu Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM), tepat pada tanggal 29 Syawal 1384 H/14 Maret 1964, PP Muhammadiyah menunjuk Drs. Djasman sebagai formatur tunggal, Wakil-wakil A. Rosyad Sholeh, Moh. Amien Rais, Soedibjo Markoes, Zainuddin Sialla, Sofyan Tanjung, Marzuki Usman, dengan anggota-anggotanya, Soedibyo Markus, Moh. Arief Zukabir, Sutrisno Mihdam, Syamsu Udaya Nurdin, Nurwijoyo Sarjono, Basri Tambun, Fatuhrahman, Soemarwan, Ali Kiyai Demak, Sudar, M. Husni Thamrin, M. Susanto, Siti Ramlah, Deddy Abu Bakar.

2.    Faktor eksternal, yang  dimaksudkan faktor ini, yaitu faktor diluar muhammadiyah, baik yang terjadi dalam diri umat Islam secara umum, maupun yang terdapat dalam sejarah pergolakan bangsa Indonesia. Yang terjadi dikalangan umat Islam, yaitu masih menyuburnya tradisi-tadisi yang sesungguhnya tidak lagi cocok dengan ajaran Islam murni khususnya dan juga tidak lagi sesui dengan perkembangan zaman. Di sana sini umat Islam, termasuk dikalangan mahasiswanya masih terlena dengan pratek-praktek peribadatan yang penuh dengan bid’ah, khurafat, dan tahayull. Kepercyaan-kepercayaan mantra-mantra para dukun masih membudaya, terhadap tempat-tempat yang dianggap kramat pun masih digemari, terhadap fatwa-fatwa para kiyai yang sesungguhnya kadang kala tidak di landasi dalil-dalil qathi masih dianggap sebagai fatwa-fatwa para kiyai yang sesungguhnya kadangkala tidak dilandasi dalil-dalil qathi masih dianggap sebagai fatwa yang suci, dan masih banyak lagi aktifitas ritualis yang mencerminkan siskritistik dan bahkan animastik.

3.2          Pengertian dan Identitas IMM
               
       Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) merupakan organisasi mahasiswa islam yang juga merupakan organisasi otonom persyarikatan  Muhammadiyah yang merupakan wadah perjuangan untuk menghimpun, menggerakkan, dan membina potensi mahasiswa Islam guna meningkatkan peran dan tanggung jawabnya sebagai kader persyarikatan, kader umat dan kader bangsa, sehingga tumbuh kader-kader yang memiliki kerangka fikir ilmu amaliyah dan kader amaliah sesuai dengan kepribadian  Muhammadiyah

Untuk terus mengembangkan hidup dan kehidupan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah serta amal geraknya maka perlu ditegaskan identitas IMM sebagai berikut :
1.     Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah adalah organisasi kader yang bergerak di bidang keagamaan, kemasyrakatan dan kemahasiswaan dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah.
2.     Sesuai dengan gerakan Muhammadiyah maka Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah memantapkan gerakan dakwah di tengah-tengah masyarakat khususnya di kalangan mahasiswa.
3.     Setiap anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah harus mampu memadukan kemampuan ilmiah dan akidah.
4.     Oleh karena setiap anggota harus tertib dalam ibadah, tekun dalam study dan mengamalkan ilmunya untuk menyatalaksanakan ketaqwaan dan pengabdiannya kepada Allah SWT.

3.3          Tujuan

                Tujuan IMM berdasarkan AD pasal 6 adalah sebagai berikut:
Terbentuknya Akademisi Islam yang Berakhlak Mulia dalam Rangka Mencapai Tujuan Muhammadiyah


3.4          Visi dan Misi

                Visi
         Terciptanya tatanan masyrakat kampus yang ilmiah ilahiah dengan amal ilmiah dan ilmu amaliah

Misi
Melakukan pencerahan terhadap mahasiswa dan pembinaan terpadu terhadap potensi spiritual, intelektual dan humanitasnya.


3.5 Keanggotaan                

       Siapa saja (mahasiswa) yang sepakat dengan tujuan, sistem dan aturan yang berlakyu dalam internal imm berhak menjadi anggota. Sedangkan untuk menjadi pimpinan atau pengurus dalam IMM harus memenuhi syarat dengan mengikuti Darul Arqam Dasar (DAD). terkhusus dalam lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) setiap mahasiswa adalah anggota IMM secara non format.





3.6 Trilogi Gerakan IMM

                IMM sebagai gerakan mahasiswa Islam dalam menjalankan peran fungsinya sebagai organisasi dakwah intelektual dengan tiga model gerakan yang satu, yakni:
-          Gerakan Spiritual
IMM menjadikan nilai-nilai keimanan, dan moralitas sebagai nilai luhur yang senantiasa menjadi ruh dan spirit gerakan.
-          Gerakan Intelektual
IMM merupakan wahana intelectual exercise bagi mahasiswa dan menjadikan intelektualitas sebagai identitas gerakannya.
-          Gerakan Humanitas
IMM senantiasa, reponsif tanggap dan memiliki sensitivitas sosial yang tinggi sebagai bentuk penegasan dirinya untuk melawan penindasan.

Ketiga model gerakan ini menjadi identitas gerakan IMM dan senantiasa terinternalisasi dalam diri kader IMM dalam membumikan setiap gagasannya dan mempertanggung jawabkan setiap gerakannya dalam menjalankan peran dan tanggung jawab intelektualnya.

3.7          Jenjang Struktural Organisasi

                IMM memiliki jenjang struktural organisasi sebagai berikut:
1.       Pimpinan Komisariat (PIKOM) yang berkedudukan di Fakultas untuk Universal atau Akademi
2.       Pimpinan Cabang (PC) yang berkedudukan di Kota atau Kabupaten (membawahi Komisariat-Komisariat)
3.       Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang berkedudukan di Provinsi atau wilayah (membawahi Pimpinan Cabang)
4.       Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang berkedudukan dalam hal ini Jakarta (berdasarkan aturan AD IMM)





3.8          Jenjang Perkaderan
                Ada beberapa jenis perkaderan, yaitu sebagai berikut:

                Perkaderan Utama
1.       Darul Arqam Dasar (DAD)
2.       Darul Arqam Madya (DAM)
3.       Darul Arqam Paripurna (DAP)

Perkaderan Pembina
1.       Latihan Instruktur Dasar
2.       Latihan Instruktur Madya
3.       Latihan Instruktur Paripurna

Perkaderan Pendukung
1.       Latihan Advokasi
2.       latihan Jurnalistik
3.       Pelatihan Khusus Immawati






BAB IV
MUHAMMADIYAH

4.1          Sejarah Kelahiran

Muhammadiyah menrut bahasa dari kata Muhammad dan Iyah. Muhammad berarti Nabi dan Rasul terakhir sedangkang Iyah berarti pengikut, jadi Muhammadiyah adalah pengikut Nabi Muhammadi. Sedangkan  menurut istilah berarti sebuah Ormas Islam atau organisasi Islam yang berlasdaskan Al Qur’an dan Al Hadits.

Muhammadiyah didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan pada tanggal 18  November 1912 M atau betepatan dengan tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H di Kampung Kauman. Yogyakarta. Latar belakang kelshiran Muhammadiyah secara garis besar disebabkan oleh 2 hal yakni; faktor internal dan eksternal. faktor internal adlah realitas umat Islam pada masa itu yang tdak menjalankan agama Islam secara utuh dan murni sehingga tidak lagi terlihat adalah dengan Al Qur’an dan Al Hadits yang terlihat adalah praktek TBC (Takhyul, Bid’ah dan Khurafat) nasib rakyat Indonesia yang tertindas dan mengalami kemisknan dan pembodohan sistemik oleh Pemerintah Belanda pada masa itu.

Maka KH. Ahmad Dahlan setelah melakukan kontemplasi – perenungan – dan pembacaan terhadap realitas umat yang tidak sesuai dengan nafas/ajaran  Islam yang membebaskan manusia dari ketertindasan dan pembodohan ia kemudian berinisiatif untuk membentuk organisasi yang bertujuan untuk mengajarkan kepada umat islam agar menjalankan agama Islam secara benar dan murni sekaligus membantu masyrakat lepas dari ketertindasan dan memberikan sumbangan ide, pemikiran dan bantuan nyata untuk mencerdasarkan masyarakat.






4.2     Landasan berdirinya Muhammadiyah
-          QS. Al Imran : 104
Artinya: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar;[1] merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Al Imran: 104)

-          QS. Al Maun
Artinya:
1.  Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?, 2.  Itulah orang yang menghardik anak yatim, 3.  Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. 4.  Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, 5.  (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,
6.  Orang-orang yang berbuat riya[2], 7.  Dan enggan (menolong dengan) barang berguna[3].

[1] Ma'ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.
[2] Riya ialah melakukan sesuatu amal perbuatan tidak untuk mencari keridhaan Allah akan tetapi untuk mencari pujian atau kemasyhuran di masyarakat.
[3]  Sebagian Mufassirin mengartikan: enggan membayar zakat.
4.3          Tujuan Muhammadiyah

Berdasarkan Anggaran Dasar Bab II Pasal 2 menyebutkan bahwa tjuan Muhammadiyah adalah:

Menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyrarakat Islam yang sebenar-benarnya yang diridhoi Allah SWT.


4.4          Visi dan Misi Muhammadiyah
Visi
Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang berlandaskan al Qur’an dan al Hadist dengan watak TAJDIDI yang dimiliki senantiasa Istiqamah dan aktif dalam melaksanakan dakwah Islam amar ma’ruf nahi munkar di segala bidang. Sehingga menjadi rahmatan lil alamin, bagi umat, bangsa dan dunia kemanusiaan menuju terciptanya masyarakat utama tang di ridhoi Allah SWT dalam kehidupan ini.

Misi
Muahammadiyah seabagai gerakan Islam dan Dakwah amar ma’ruf nahi munkar memiliki misi yang mulia dalam kehidupan yaitu:
1.         Menegakkan keyakinan TAUHID yang murni sesuai dengan ajaran Allah SWT, yang dibawa oleh Rasul-Nya
2.         Mamahami agama dengan menggunakan akal fikiran sesuai dengan jiwa ajaran Islam untuk menjawab dan menyelesaikan persoalan-persoalan kehidupan yang bersifat duniawi.
3.         Menyebarluaskan  ajaran Islam yang bersumber pada Al Qur’an dan Sunnah Rasul.
4.         Mewujudkan amalan Islam dalam kehidupan pribadi, keluarga dan masyarakat.





4.5  Jenjang Struktural Organisasi

                Muhammadiyah memiliki jenjang struktural organisasi sebagai berikut:
1.       Pimpinan Rintang berkedudukan di Kelurahan
2.       Pimpinan Cabang berkedudukan di Kecamatan
3.       Dewan Pimpinan Daerah berkedudukan di Kota atau Kabupaten
4.       Dewan Pimpinan Daerah berkedudukan di Provinsi
5.       Dewan Pimpinan Pusat berkedudukan di Jakarta dan Yogyakarta (Nasional)

4.6  Organisasi Otonom Muhammadiyah

Organisasi Otonom disingkat ORTOM adlah organisasi yang berada dibawah naungan Muhammadiyah namun diberikan kewenangan untuk mengurus rumah tangganya sendiri. Ortom Muhammadiyah adalah sebagai berikut:
1.       ‘Aisyiyah
2.       Pemuda Muhammadiyah
3.       Nasyiatul ‘Aisyiyah
4.       Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)
5.       Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM)
6.       Hizbul Wathan (HW)
7.       Tapak Suci




BAB V
AL ISLAM

5.1 Dienul Islam

          Kata ‘di:n berasal dari kata’da:na – yadi:nu yang berarti cara, peraturan, undang-undang, taat dan patuh, pembalasan, perhitungan dll. Sedangkan kata Islam berasal dari kata kerja ‚‘aslama – yuslima – isla:man‘  yang berarti berserah diri, atau dari kata salima yang berarti selamat, sejahtera atau damai.
          Dengan demikian dienul islam ialah agama yang menentukan manusia untuk berserah diri kepada Allah SWT, demi keselamatan dan kesejahteraan hidup manusia, menciptakan perdamain antara sesama manusia.
          Agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW merupakan ajaran hidup yang sempurna, mencakup dan sangat kompleks, namun tetap sederhana dan diletakkan pada posisi yang serasi dan berkeseimbangan dalam segala aspeknya.

5.2 Manusia dan Agama

                Manusia sejak berada di alam arwah telah ditanamkan benih iman, kepercayaan dan penyaksian (syahadah) terhadap keberadaan Allah SWT. (QS. Al A’raf: 172).
                Manusia adalah makhluk bertuhan atau homo divinan. Allah SWT  menciptakan manusia dengan berbagai  naluri termasuk didalamnya naluri bertuhan,  naluri agama, yakni agama Islam. Fitrah bertuhan ini akan bertambah kokoh manakalah ditunjang dengan pengembangan daya nalarnya untuk membaca ayat-ayat Allah SWT yang berupa ayat kauniyah.

5.3 Tauhid

1.     Pengertian Tauhid

Tauhid berasal dari kata wahada – jahhidu -  tauhid, artinya menjadi satu, manunggalkan, dan maniadakan bilangan darinya.
Dalam agama Islam Kalimat Tauhid  “laa ilaa haa illallah” marupakan ajaran yang menempati posisi kunci atau sentral. Kalimat Ilah mengandung arti “Yang Berhak Disembah” yaitu dari segi kebesaran, keagungan, dan dan ketinggian derajat-Nya layak untuk disembha oleh manusia dimana mereka menundukkan kepala dalam beribadah.
Jadi Tauhid berarti mengeskan atau menunggalkan Allah SWT sebgai satu-satunya pencipta, penguasa, dan pengatur alam semesta beserta isinya. Beriman kepada Allah SWT atau mentauhidkan Allah SWT baru dapat dikatakan sempurna kalau didalamnya terdapat tiga prinsip yang bulat dan padu yaitu: menyakini dalam hati (tasdi:qun bi al-qalbi), diikrarkan dengan ucapan atau lisan (iqra:run bi al-lisa:ni) dan diamalkan dengan tindakan yang konkret dan real (almalun bial al-jana:ni)dalam kehidupan sehari hari

2.         Unsur-unsur Tauhid
Unsur tauhid yang terkandung dalam pengertian ayng objektif dan proporsional ada tiga yakni: Tauhid Rubuhiyah, Tauhid Mulkiyah, tauhid uluhiyah.

Tauhid Rubuhiyah
Berarti kesadaran dan keyakinan bahwa Allah_Lah satu-satunya Dzat yang menciptakan serta mengatur alam semesta dengan seluruh isinya (Rabbul ’alamin. Allah adalah satu-satunya Dzat yang mencipta, mengasuh, memelihara, dan mendidik umat Manusia (Rabbun-Nas)

Tauhid Mulkiyah
Berarti mengimani dan mengakui Allah Allah sebagai satu-satunya Dzat yang menyandang nama dan sifat-sifat kemuliaan sebagaimana tercermin dalam asmaul:husna’yang salah satu di antaranya adalah Allah bersifat Ma:lik,Raja diraja  pemilik dan penguasa  seluruh jagad raya

Tauhid Uluhiyah    
Mentauhidkan Allah tidak cukup sekedar menyakini dan mengakui bahwa Allah satu­ – satunya dzat yang mencipta,memelihara serta pemilik tunggal terhadap alam semesta dengan segala isinya.Pengakuan terhadap Keberadaan Allah SWT harus disertai dengan adanya perubahan sikap hidup.Dan mentauhidkan Allah yang dapat melahirkan perubahan sikap hidup secara total
Menurut Ibnu Taimiyah yang dimaksud dengan tauhid Uluhiyah adalah Dzat yang dipuja dengan penuh keintaan hati.Tunduk kepada_Nya, tempat berpasrah diri ketika berada dalam kesulitan.

3. Kosentrasi pernyataan La Ilaha illah Allah

Pernyataan la ila ha illah Allah pada hakekatnya mengandung empat sikap sebagai konsekuensinya yaitu :
·      Tidak ada yang dipertuhankan yang berhak di cintai kecuali hanya cinta kepada Allah semata
·      Tidak ada sesuatu yang dipertuhankan yang berhak ditakuti kecuali hanya takut kepada Allah semata
·      Tidak ada sesuatu yang dipertuhankan yang berhak ditaati kecuali hanya taat kepada Allah semata
·      Tidak ada sesuatu yang dipertuhankan yang berhak diagungkan dan disembah kecuali hanya menyembah dan mengabdikan diri kepada Allah semata

4.Pengaruh tauhid dalam kehidupan

       Tauhid bila diyakini dan dihayati secara sungguh – sungguh akan melahirkan sikap hidup yang tegar, konsisten (istiqamah), yang akan dapat merubah seluruh hidupnya. Abu a’la maududi menemukan beberapa macam pengaruh yang positif, antara lain :
·      Seseorang akan memiliki pandangan yang luas, karena ia percaya bahwasanya allah-lah yang memberikan rezeki dan manusia hanya dapat beriktiar dan bertawakkal.
·      Akan melahirkan rasa bangga dan harga diri. Ia mengetahui bahwa tidak ada yang memberi manfaat dan mudharat kecuali allah dan tidak ada yang menghidupkan dan mematikan kecuali Allah S.W.T
·      Manusia akan mengetahui dengan penuh keyakinan, bahwa tidak ada jalan untuk mencapai keselamatan dan keberuntungan kecuali semata- mata dari anugerahnya.
·      Akan menumbuhkan rasa rendah diri pada diri manusia karena ia memiliki keyakinan bahwa yang berkuasa atas diri dan segala kemampuannya adalah Allah SWT.
·      Akan menumbuhkan sikap optimisme dan jauh dari putus asa dan hilang harapan dalam keadaan bagaimanapun juga karena ia beriman kepada yang memiliki langit dan bumi.

5.    Tauhid yang membebaskan

Ketika manusia memiliki keyakinan akan kekuasaan. Keesaan, dan kebesaran Allah SWT terhadap segala sesuatu baik yang ada dibumi maupun yang ada dilangit maka ketundukan dan ketaatan seseorang hanya kepada Allah SWT tidak lagi kepada penguasa, materi, nafsu akan kekuasaan dan yang lainnya, manusia akan terbebaskan dari segala bentuk belenggu dunia dan hanya akan patuh kepada-Nya.

Tauhid membebaskan manusia dari penghambaan kepada sesama manusia yang didasarkan kepada jabatan kekuasaan, dan kedudukan dalam masyarakat. Sehingga seorang hamba shaya, buruh, pembgantu,m tidak harus merasa malu dan takut berhadapan dengan pejabat negara, gubernur, bupati, konglomerat dan kyai dan seluruh manusia memiliki derajat yang sama dihadapan Allah SWT.  Seseorang juga tidak harus  berada dibawah belenggu persepsi dan opini manusia yang lainnya selama apa yang diucapkan dan dilakukan adalah benar dalam pandangan Islam.

Tauhid juga membebaskan manusia dari cinta kepada dunia. Keyakinan terhadapa kekuasaaan Allah bahwa rezki sepenuhnya berada dalam kendali-Nya akan membebaskan manusia dari perbudakan manusia atas manusia karena tidak ada lagi manusia yang dengan menjual harga dirinya, imannya bahkan keyakinan kepada adapa saja dan siapa saja disebabkan oleh cinta harta.

Nafsu dan kekuasaan adalah nafsu yang paling besar dimilikin manusia selain nafsu sex. Serah telah membuktikan manusia senantiasa ingin saling menguasai, ingin mengontrol, memrintah, dan menundukkan manusia yang lainnya dalam konteks yang lebih besar nasfu kekuasaan ini dalam bentuk penjajahan negara atas negara. Hanya tauhid yang mampu membebaskan manusia dari belenggu nafsu kekuasaan. Manusia dengan kenyakina akan kekuasaan dan kebesaran Allah SWT tidak akan pernah melihat kekuasaan sebagai alat untuk menindas, menguasai bahkan membunuh orang lain. Kekuasaan bagi mereka yang bertauhid adalah amanah alat untuk mengangkat manusia dari kebodohan. Kesengsaraan, ketertindasan, dan kezaliman manusia yang lainnya.
Makadengan begitu tidak akan terjadi penindasan, penyiksaan, pembunuhan manusia oleh manusia atas nama negara, agama kelompok, dan suku tetapi yang ada adalah perdamaian bagi semua.

5.4 Ibadah

1.       Pengertian
Ibadah secara umum berarti merendahkan diri atau tunduk sedankan secara khusus ibadah berarti bertakarrub atau mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

2.       Pembagian ibadah
-          Ibadah umum:
Segala perbuatan baik yang dilakukan manusia untuk mendapatkan ridho Allah SWT.
-          Ibadah Khusus:
Apa yang telah ditetapkan oleh Allah SWT, cara, gerakan, waktu pelaksanaan, bacaanya dan lain-lain.

Contoh:
Sholat, puasa, haji. Tharah, (bersuci; mandi wajib; tayammum, wudhu)

3.       Qaidah pelaksanaan Ibadah
Ibadah Umum:
Semua boleh kecuali yang dilarang.

Ibadah khusus
Semua tidak boleh kecuali yang diperintahkan




5.5 Akhlak

1.       Pengertian
Akhlak adalah sehgala sesuatu perbuatan yang dilakukan manusai tanpa sipikirkan terlebih dahulu. Akhlak terbagi atas dua, yakni akhlak mazmumah dan akhlak mahmudah.

2.       Macam-Macam Akhlak
-          Akhlak Kepada Allah SWT.
-          Akhlak Kepada sesama manusia
-          Akhlak Kepada lingkungan (alam semesta)
-          Akhlak Kepada diri sendiri
-          Akhlak Kepada orang tua






















BAB VI
Kitab Sholat

6.1 Pengetian Sholat

                Sholat adalah rukun Islam yang kedua. Merupakan ibadah yang dilaksanakan oelh seluruh umat islam sesuai dengan tuntunan pelaksanaannya. Sholat terbagi atas 2 (dua) yakni sholat wajib dan sholat sunnat. Sholat wajib terdiri atas 5 waktu yaitu: Subuh, Dzuhur, Ashar, Magrib, dan Isya.


6.2



















Para Pendiri IMM

Komposisi Dewan Pimpinan Pusat Produk Musyawarah Nasional (mu’tamar) ke-1 ini di Solo yaitu sebagai berikut :
 
Ketua Umum : Mohammad Djazman Al-Kindi
Wakil Ketua : A. Rosyad Sholeh
Wakil Ketua : Moh. Amien Rais
Wakil Ketua : Soedibjo Markoes
Wakil Ketua : Zainuddin Sialla
Wakil Ketua : Sofyan Tanjung
Wakil Ketua : Marzuki Usman

Sekretaris Jenderal : Sjamsu Udaya Nurdin
Wakil Sekjen : Bahransjah Usman
Wakil Sekjen : Sugiarto Qosim
Bendahara Umum : Abuseri Dimiyati
Anggota-Anggota : Mohammad Arief
  Yahya A. Muhaimin
  Ummi Kalsum
  Aida saleh
  Sukiriyono
  Zulkabir
  Tabrani Dris
  Zulfaddin Hanafiah
  N. Adnan Razak
  Djaginduang Dalimunthe
  Bachtiar Achsan
  Muhammad Ichsan
Biro Organisasi dan Kader:A. Rosyad Sholeh
Biro Politik dan Pengembangan Ilmu (LPI):Moh. Amien RaisYahya A. Muhaimin
Departemen Penerangan :Marzuki Usman
Departemen Keputrian :Ummi Kalsum Aida Saleh
Lembaga Penyiaran Islam :Soedibjo Markoes Moh. Arief
Departemen Kesejahteraan Lembaga Seni dan Budaya:Abdul Hadi WM




LAGU IMM

MARS  IMM           
                                                                                                                                                                                  
Ayolah ayo……..ayo                                                      
Derap derukan langkah
Dan kibar geleparkan panji-panji
Ikatan mahasiswa muhammadiyah
Sejarah umat telah menuntut bukti
Ingat ….ingat….ingat
Niat tlah diikrarkan
Kitalah cendikiawan berpribadi
Susilah cakap takwa kepada Allah
Pewaris tampuk pimpinan umat nanti
Imawan……imawati
Siswa tauladan putra harapan
Penyambung hidup generasi
Umat Islam seribu zaman
Pendukung cita-cita luhur
Negeri indah adil dan makmur(2X)


SELAMAT BERPISAH

Selamat berpisah oh imawati
Selamat berpisah oh imawan
Sampai jumpa lagi di arena nanti
Jangan lupakan kami
Selamat berpisah oh panitia
Selamat berpisah oh kawan semua
Sampai jumpa lagi di lain waktu
Mohon maafkan kami
Selamat berpisah oh instruktur kami
Selamat berpisah oh kanda semua
Sampai jumpa lagi di DAD nanti
Mohon bimbinglah kami
PEJUANG MUDA

Selamat datang wahai pejuang muda
Dalam IMM kita maju bersama
Ukir sejarah membela cakrawala
Kita berjuang untuk Nusa dan Bangsa
Harapan bangsa ada di pundak kita
Sebagai kader muda Muhammadiyah
Jadi tumpuan wahai kau tunas bangsa
Menepis kabut menguak fenomena
Raih cita-cita , membangun nusa bangsa                                                                                              
Mari kita belajar beramal dan berjuang
Harapan  umat islam’tuk menuju cita-citanya
Harapan  umat islam’tuk manuju cita-citanya


PONDOK KECIL

Di pondok kecil,bulan purnama
Terdengar suara rintih merintih
Lambai melambai , Nyiur di tepi pantai
Ibu memanggil , wahai anakku

Ibukan pergi jauh ke alam  baqa
Jaga adikmu sepeninggalan ibu
Kuambil kain putih
Kututup mayat ibu

Sambil berdoa memandang wajah ibu
Ya Allah Ya Tuhanku
Ampunilah dosanya
Dan beri tempat, yaitu  surga



HYMNE IMM

Semoga berkat rahmat ilahi
Melimpahi perjuangan kami
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
Ikhlas beramal dalam bakti
Gemilang sinar surya
Menerangi fajar harapan
Jayalah IMM jaya
Abadi perjuangan kami


MARS PERJUANGAN
Mengenangkan nasib perjuangan
Berjuanglah dalam ikatanku
Aku meninggalkan kemewahan
Aku maju terus berjuang
Jangan kembali pulang IMM
Kalau tak akan menang
Walau terhampar di medan juang
Untuk islam IMM berjuang
Tinggalah ayah, tinggalah ibu
Relakan aku pergi berjuang
Di bawah naungan surya terang
Sampai agama islam cemerlang



RENUNGAN KADER

Seusai tahajud kumerenung lagi
Siapa dimana diri hina ini
Lamaku tertidur dalam duniaku
Nanarku memandang alam  sekelilingku
Beribu mujahid berguguran sudah
Beribu pun nampak semakin merentah
Namun kebatilan tiada kunjung sirna
Bahkan semakin meresahkan dunia
Kini tiba waktu kutmpilkan diri
Gelisah umatku tak sabar menanti
Dalam IMM ku telah bersemi janji
Hidup di jalan-Nya atau mati syahid (2X)



JANJI KADER
Di kala akhir Daru Arqam Dasar
Ada Tanya yang menyentuh dalam hati
Sudah siapkan aku ini
Menjadi kader  yang sejati
Telah banyak yang aku  dapatkan
Tentang arti hidup  dan perjuangan
Fii sabiililaah di tegakkan
Lewat kata hati dan perbuatan
Kumohon kekuatan Ya Allah
Agar dapat kujalankan ……..
Amanah umat dan ikatan
Demi Agama Islam
Kini tiba saat kuwujudkan
Apa yang telah diberikan
Semoga Allah meridhoi
                                       Niat hati yang tulus ini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar